Pages

Minggu, 05 Oktober 2014

WAJAH KOPERASI INDONESIA SAAT INI







Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai koperasi, tepatnya mengenai wajah koperasi Indonesia saat ini. Banyak orang sudah melihat bahkan mendatangi koperasi, tapi pengertian dan tujuan terbentuknya koperasi tidak semua orang tahu dan mengerti. Oleh karena itu, selain akan membahas mengenai koperasi pada saat ini, saya juga akan memaparkan pengertian dari koperasi itu sendiri.
Koperasi  merupakan organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh sekelompok orang  demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi lahir dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme yang semakin memuncak. Beberapa orang yang kehidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara bersama-sama dan spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan sesama manusia yang memiliki nasib yang tidak jauh berbeda.
Dengan pengertian lain Koperasi indonesia adalah badan usaha atau usaha bersama yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi. Koperasi juga berperan sebagai sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan dengan bentuk aoragnisasi koperasi.Dan Dunia sepakat bahwa Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya demikian pula dengan koperasi Indonesia.
Tujuan koperasi yang saya ketahui menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 Pasal 3 koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Rabu, 14 Mei 2014

TUGAS 6 PEREKONOMIAN INDONESIA

1. Pengertian:
  • Hedging adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang investor untuk mengurangi atau menghilangkan suatu sumber resiko. Dengan hedging kita bisa mengurangi resiko valas kita.
  • Revaluasi adalah kebijaksanaan yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk meningkatkan nilai mata uang di dalam negeri terÕhadap mata uang asing
  • Devaluasi adalah menurunnya nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang luar negeri. Jika hal tersebut terjadi, biasanya pemerintah melakukan intervensi agar nilai mata uang dalam negeri tetap stabil. Istilah devaluasi lebih sering dikaitkan dengan menurunnya nilai uang satu negara terhadap nilai mata uang asing. Devaluasi juga merujuk kepada kebijakan pemerintah.
  • Embargo adalah pelarangan perniagaan dan perdagangan dengan sebuah negara. Embargo umumnya dideklarasikan oleh sekelompok negara terhadap negara lain untuk mengisolasikannya dan menyebabkan pemerintah negara tersebut dalam keadaan internal yang sulit. Keadaan yang sulit ini dapat terjadi akibat pengaruh dari embargo yang menyebabkan ekonomi negara yang dilawan tersebut menderita karenanya.
  • Kuota import adalah satu jenis halangan perdagangan bersifat melindungi yang menetapkan had fizikal pada jumlah barang yang boleh diimport ke satu negara dalam jangka waktu tertentu. Kuota, seperti sekatan perdagangan lain, digunakan untuk menguntungkan pengilang barangan dalam ekonomi domestik dengan mengorbankan faedah yang boleh diperolehi oleh pengguna barangan dalam negara tersebut.
  • Kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor,agar  negara pengekspor dapat memperoleh harga yang lebih tinggi.
  • National Income/Pendapatan Nasional adalah pendapatan yang diterima oleh suatu negara selama satu tahun yang diukur dengan nilai uang.
  • Neraca perdagangan atau neraca ekspor-impor adalah perbedaan antara nilai ekspor dan impor suatu negara pada periode tertentu, diukur menggunakan mata uang yang berlaku. Neraca positif artinya terjadi surplus perdagangan jika nilai ekspor lebih tinggi dari impor, dan sebaliknya untuk neraca negatif. Neraca pedagangan seringkali dibagi berdasarkan sektor barang dan sektor jasa.

Minggu, 11 Mei 2014

TUGAS 5 PEREKONOMIAN INDONESIA

1. Bagaimana Peredaran uang di Indonesia dianggap dapat memicu timbulnya inflasi, dan Apa tindakan Bank Indonesia sebagai pelaksana kebijaksanaan moneter?

Bank Indonesia memiliki wewenang untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar dan suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oeleh pemerintah. Kebijakan moneter Bank Indonesia ditujukan untuk mengelola tekanan harga yang berasal dari sisi permintaan agregat(demand management) relatif terhadap kondisi sisi penawaran.
Adapun tindakan yang dilakukan Bank Indonesia dalam mengatasi inflasi akibat peredaran uang :
      1.      Kebijakan Moneter Kuantitatif
Kebijakan moneter dalam rangka untuk memengaruhi jumlah uang beredar yang bersifat kuantitatif antara lain sebagai berikut :
a)      Discount Policy (Politik Diskonto)
Politik diskonto artinya kebijakan untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga bank dalam rangka memperlancar likuiditas sehari-hari. Bank sentral dalam menjalankan tugasnya mengawasi kegiatan bank umum, dapat mengubah tingkat bunga yang berlaku. Jika dalam kondisi kegiatan ekonomi masih berada di bawah tingkat kegiatan yang diharapkan, bank sentral dapat menurunkan tingkat diskonto/suku bunga, sehingga masyarakat melakukan pinjaman dan banyak investasi yang ada di masyarakat. Begitu juga sebaliknya, apabila bank sentral ingin membatasi kegiatan ekonomi, maka tingkat suku bunga perlu dinaikkan, sehingga masyarakat/pengusaha banyak melakukan tabungan dan uang yang beredar dapat dikurangi.


Senin, 21 April 2014

TUGAS 4 PEREKONOMIAN INDONESIA

Pengertian Pasar
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Pasar juga dapat diartikan sebagi suatu tempat bertemunya penjual dan pembeli. Dalam ilmu ekonomi, yang dimaksud Pasar adalah tempat atau sarana bertemunya penjual dan pembeli baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan transaksi jual/beli

Jenis-jenis Pasar
Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak).  Maka kita lihat penjabaran berikut ini:
·                     Pasar Nyata
Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
·                     Pasar Abstrak
Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
Jenis pasar menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern. 

Kamis, 17 April 2014

TUGAS 3 PEREKONOMIAN INDONESIA

1.TABUNGAN PEMERINTAH

 Tabungan Pemerintah merupakan selisih antara penerimaan dalam negeri dan pengeluaran rutin. Melalui usaha peningkatan penerimaan rutin yang terus menerus, maka jumlah tabungan pemerintah senantiasa dapat ditingkatkan, sehingga memperbesar kemampuan untuk pembiayaan pembangunan nasional atas dasar kekuatan sendiri.
Semakin meningkat jumlah tabungan pemerintah tiap tahun, semakin penting pula dalam pembiayaan anggaran pembangunan.
    Terwujudnya peningkatan tabungan Pemerintah tersebut me­rupakan hasil dari usaha-usaha peningkatan penerimaan dalam negeri dan usaha penghematan yang terus menerus dilakukan da­lam pengeluaran rutin. Dalam hubungan ini kebijaksanaan pe­ngeluaran rutin setiap tahunnya senantiasa diarahkan untuk meningkatkan daya guna dari dana yang terbatas tanpa meng­abaikan jumlah dan mutu pelayanan Pemerintah kepada masya­rakat, pengamanan kekayaan negara, serta pemeliharaan proyek­proyek yang telah selesai dibangun.
Sejalan dengan kebijaksanaan di bidang pengeluaran rutin tersebut di atas, maka realisasi pengeluaran rutin telah me­ningkat dari tahun ke tahun. Namun demikian laju kenaikan da­ri pengeluaran rutin ini, diusahakan agar-lebih rendah dari­pada tingkat perkembangan penerimaan dalam negeri, sehingga dapat menghasilkan tabungan Pemerintah yang semakin besar. Sejalan dengan usaha Pemerintah untuk meningkatkan ta­bungan Pemerintah, maka usaha peningkatan tabungan masyarakat berupa dana perkreditan semakin dirasakan pentingnya sebagai sumber pembiayaan pembangunan yang bersumber dari kemampuan dalam negeri. Jumlah dana perkreditan bank yang terdiri dari giro, deposito berjangka, TABANAS/TASKA dan tabungan lainnya.
    Kebijaksanaan dana perkreditan yang terpenting tercermin dalam program-program deposito berjangka INPRES dan TABANAS/ TASKA. Program-program tersebut mempunyai 2 aspek penting ya­itu aspek peningkatan dana untuk tujuan pembiayaan pembangun­an dan aspek pendidikan agar masyarakat gemar menabung mela­lui penggunaan jasa perbankan.
    Tujuan ini hanya dapat di capai apabila tingkat pertambahan pendapatan pemerintah berkembang lebih cepat dari tingkat pengeluaran rutin pemerintah. Tabungan pemerintah merupakan selisih antara realisasi penerimaan dengan pengeluaran pemerintah

 


Jumat, 11 April 2014

TUGAS 2 PEREKONOMIAN INDONESIA



Para pelaku Ekonomi
Sistem ekonomi kerakyatan sendi utamanya adalah UUD 1945 pasal 33 ayat (1), (2), dan (3). Bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (1) adalah koperasi, dan bentuk usaha yang sesuai dengan ayat (2) dan (3) adalah perusahaan negara. Adapun dalam penjelasan pasal 33 UUD 1945 yang berbunyi “hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh di tangan seorang”. Hal itu berarti perusahaan swasta juga mempunyai andil di dalam sistem perekonomian Indonesia. Dengan demikian terdapat tiga pelaku utama yang menjadi kekuatan sistem perekonomian di Indonesia, yaitu perusahaan negara (pemerintah), perusahaan swasta, dan koperasi. Ketiga pelaku ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan.Maka dalam perekonomian Indonesia dikenal 3 pelaku ekonomi pokok, yakni:

 1. Rumah Tangga Konsumsi /RTK
Rumah tangga konsumsi merupakan unit ekonomi yang paling kecil. Rumah tangga konsumsi adalah pemilik atau penyedia jasa dari berbagai faktor produksi. Faktor produksi yang dimiliki oleh rumah tangga akan digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa. Rumah tangga konsumsi juga akan menggunakan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhannya.
Peran Rumah Tangga Konsumsi adalah :
1)      Konsumen
2)      Pemasok atau pemilik faktor produksi
Faktor produksi ada 4 macam yaitu :
1.      Alam
2.      Tenaga kerja
3.      Modal
4.      Skill/keahlian
Dari keempat faktor produksi tersebut yang termasuk faktor produksi asli yaitu alam dan tenaga kerja sedangkan faktor produksi turunan terdiri dari modal dan skill.


Balas jasa dari faktor produksi yaitu :
1) Alam : sewa tanah
2) Tenaga kerja : upah/gaji
3) Modal : bunga modal
4) Skill/keahlian : laba 

 2. Rumah Tangga Produksi/RTP/Perusahaan
Perusahaan adalah suatu organisasi yang didirikan oleh satu atau beberapa orang yang bertujuan untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Perusahaan merupakan tempat berlangsungnya produksi.
Peran Perusahaan sebagai pelaku ekonomi yaitu :
1)      Produsen : menghasilkan barang dan jasa
2)      Pengguna faktor produksi : menggunakan faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa
3)      Agen pembangunan : membantu pemerintah dengan menjalankan kegiatan pembangunan 

3.     BUMN dan BUMD (Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah)

adalah badan usaha yang didirikan oleh negara dimana sebagian atau seluruh modalnya adalah milik negara. dalam perekonomian indonesia BUMNn dan BUMD memiliki peranan yang penting, yaitu:
a. melaksanakan amanat pasal 33 UUD 1945
b. Melayani dan memenuhi kebutuhan masyrakat dengan baik.
c. mencegah timbulnya monopoli dari pihak swasta
d. melakukan kegiatan kegiatan ekonomi yang tidak diminati oleh pihak swasta atau koperasi.
Dalam perekonomian Indonesia, sangat melarang atau tidak mengizinkan menggunakan system Free Fight Liberalism, Etatisme dan juga Monopoli.
·         Free Fight Liberalism
Adalah adanya kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi ekonomi yang lemah. Dengan dampak semakin bertambahnya luasnnya jurang pemisah antara si Kaya dengan si Miskin.
·         Etatisme
Keikutsertaan pemerintah secara berlebihan dengan seluruh elemen politik yang terlalu ketat dan sehingga dapat mematikan motivasi dan kreasi dari masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat.
·         Monopoly
Suatu bentuk pemusatan ekonomi pada satu kelompok tertentu sehingga dapat memberi pilihan lain selain pada konsumen selain mengikuti keinginan sang monopoly tersebut.
Dari 3 sistem yang sudah dijelaskan diatas, Indonesia tidak boleh menggunakan system tersebut karena system liberalism tidak cocok bagi Indonesia yang terkenal sebagai negara yang suka bergotong-royong di mata dunia dan pemerintah memberi kebebasan kepada warga negaranya untuk berinovasi serta berkreasi yang dapat mensejahterakan orang banyak memalui program yang pro-rakyat dan juga setiap orang bebas untuk memilih setiap warganya tanpa memandang ras,suku, bahasa, dan agama untuk memilih jalan yang terbaik bagi kehidupannya.
Tetapi, Indonesia bukannya tidak pernah menggunakan 3 sistem yang terlarang diatas. Indonesia juga pernah menggunakan system tersebut, pada awal tahun 1950 – 1957-an merupakan tahun Indonesia menggunakan system liberalisme dengan corak yang jelas pada era tersebut. Demikian juga sekitar tahun 1960 s/d system orde baru, Indonesia pernah menggunakan system etatisme dan membuat perubahan bagi Indonesia sampai sekarang.
 Indonesia mempunyai 2 pedoman kewarganegaraan yaitu Pancasila dan UUD 1945. Dan dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 -3 yang disebutkan bahwa
Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
Dengan kata lain semua yang ada di bumi Indonesia murni milik semua warga negara Indonesia yang berguna untuk kepentingan semua rakyatnya.

Sumber:
- http://www.ekonoomi.com/2013/10/sistem-ekonomi-indonesia-menentang.html
- http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-perekonomian_indonesia.html
- http://www.damandiri.or.id/file/buku/subiaktobukukoperasibab3.pdf


Senin, 10 Maret 2014

TUGAS 1 PEREKONOMIAN INDONESIA


1.     Pengertian Investasi

Investasi Adalah Mengeluarkan Sejumlah Uang Atau Menyimpan Uang Pada Sesuatu Dengan Harapan Suatu Saat Mendapat Keuntungan Financial.  Dalam Berinvestasi Berlaku Hukum Bahwa Semakin Tinggi Return Yang Ditawarkan Maka Semakin Tinggi Pula Risiko Yang Harus Ditanggung Investor. Investor Bisa Saja Mengalami Kerugian Bahkan Lebih Dari Itu Bisa Kehilangan Semua Modalnya. Hal Ini Mungkin Dapat Menjelaskan Mengapa Tidak Semua Investor Mengalokasikan Dananya Pada Semua Instrumen Investasi Yang Menawarkan Return Yang Tinggi Contoh Investasi Adalah Pembelian Berupa Asset Financial Seperti Obligasi, Saham , Asuransi. Dapat Juga Pembelian Berupa Barang Seperti Mobil Atau Property Seperti Rumah Atau Tanah.
Lebih Luasnya Investasi Dapat Berarti Pembelian Barang Modal Untuk Produksi Dalam Suatu Usaha Misalnya Pembelian Mesin. Bahkan Pemberian Pendidikan Dan Pelatihan Bagi Karyawan Yang Membuat Lebih Mahir Dalam Bekerja Bisa Dikatakan Sebagai Investasi. Kesamaan Dari Semua Investasi Diatas Adalah Harapan Memperoleh Keuntungan (Gain) Di Kemudian Hari.
Investasi Yang Akan Kita Bahas Bahas Disini Adalah Investasi Berupa Asset Financial Dan Lquid Yang Terjadi Di Pasar Uang, Pasar Komoditi Berjangka Dan Pasar Saham Diantaranya : Saham, Obiligasi, Derivatif.

2.     Berikut Ada Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Investasi Yang Telah Saya Himpun Dalam Berbagai Sumber, Yaitu :

1.      Faktor-Faktor Sosial Budaya
Contoh Faktor Sosial Budaya Ini Misalnya Selera Masyarakat Terhadap Makanan. Orang Jawa Pedalaman Misalnya Lebih Senang Masakan Yang Manis Rasanya, Sementara Masyarakat Jawa Pesisiran Lebih Senang Masakan Yang Asin Rasanya.

2.Pengaruh Nilai Tukar
Secara Teoritis Dampak Perubahan Tingkat / Nilai Tukar Dengan Investasi Bersifat Uncertainty (Tidak Pasti). Shikawa (1994), Mengatakan Pengaruh Tingkat Kurs Yang Berubah Pada Investasi Dapat Langsung Lewat Beberapa Saluran, Perubahan Kurs Tersebut Akan Berpengaruh Pada Dua Saluran, Sisi Permintaan Dan Sisi Penawaran Domestik. Dalam Jangka Pendek, Penurunan Tingkat Nilai Tukar Akan Mengurangi Investasi Melalui Pengaruh Negatifnya Pada Absorbsi Domestik Atau Yang Dikenal Dengan Expenditure Reducing Effect. Karena Penurunan Tingkat Kurs Ini Akan Menyebabkan Nilai Riil Aset Masyarakat Yang Disebabkan Kenaikan Tingkat Harga-Harga Secara Umum Dan Selanjutnya Akan Menurunkan Permintaan Domestik Masyarakat. Gejala Diatas Pada Tingkat Perusahaan Akan Direspon Dengan Penurunan Pada Pengeluaran / Alokasi Modal Pada Investasi.
Pada Sisi Penawaran, Pengaruh Aspek Pengalihan Pengeluaran (Expenditure Switching) Akan Perubahan Tingkat Kurs Pada Investasi Relatif Tidak Menentu. Penurunan Nilai Tukar Mata Uang Domestik Akan Menaikkan Produk-Produk Impor Yang Diukur Dengan Mata Uang Domestik Dan Dengan Demikian Akan Meningkatkan Harga Barang-Barang Yang Diperdagangkan / Barang-Barang Ekspor (Traded Goods) Relatif Terhadap Barang-Barang Yang Tidak Diperdagangkan (Non Traded Goods), Sehingga Didapatkan Kenyataan Nilai Tukar Mata Uang Domestik Akan Mendorong Ekspansi Investasi Pada Barang-Barang Perdagangan Tersebut.

3.  Tingkat Inflasi
Tingkat Inflasi Berpengaruh Negatif Pada Tingkat Investasi Hal Ini Disebabkan Karena Tingkat Inflasi Yang Tinggi Akan Meningkatkan Resiko Proyek-Proyek Investasi Dan Dalam Jangka Panjang Inflasi Yang Tinggi Dapat Mengurangi Rata-Rata Masa Jatuh Pinjam Modal Serta Menimbulkan Distrosi Informasi Tentang Harga-Harga Relatif. Disamping Itu Menurut Greene Dan Pillanueva (1991), Tingkat Inflasi Yang Tinggi Sering Dinyatakan Sebagai Ukuran Ketidakstabilan Roda Ekonomi Makro Dan Suatu Ketidakmampuan Pemerintah Dalam Mengendalikan Kebijakan Ekonomi Makro.

4. Pendapatan Nasional Per Kapita Untuk Tingkat Negara (Nasional) Dan Pdrb Per Kapita Untuk Tingkat Propinsi Dan Kabupaten Atau Kota
Pendapatan Nasional Per Kapita Dan Pdrb Per Kapita Merupakan Cermin Dari Daya Beli Masyarakat Atau Pasar. Makin Tinggi Daya Beli Masyarakat Suatu Negara Atau Daerah (Yang Dicerminkan Oleh Pendapatan Nasional Per Kapita Atau Pdrb Per Kapita) Maka Akan Makin Menarik Negara Atau Daerah Tersebut Untuk Berinvestasi.

5. Kondisi Sarana Dan Prasarana
Prasarana Dan Sarana Pendukung Tersebut Meliputi Sarana Dan Prasarana Transportasi, Komunikasi, Utilitas, Pembuangan Limbah Dan Lain-Lain. Sarana Dan Prasarana Transportasi Contohnya Antara Lain :
Jalan, Terminal, Pelabuhan, Bandar Udara Dan Lainlain. Sarana Dan Prasrana Telekomunikasi Contohnya: Jaringan Telepon Kabel Maupun Nirkabel, Jaringan Internet, Prasarana Dan Sarana Pos. Sedangkan Contoh Dari Utilitas Adalah Tersedianya Air Bersih, Listrik Dan Lain-Lain.

3. Modal Merupakan Satu Syarat Utama Dalam Kemajuan Ekonomi.

      Modal Merupakan Salah Satu Syarat Utama Dalam Mencapai Kemajuan Ekonomi. Dengan Modal Itulah Para Pelaku Ekonomi Dapat Meningaktkan Kemampuan Produksinya, Dan Sebaliknya Kekurangam Modal Akan Menghambat Proses Produksi. Dan Tentunya Jika Hal Ini Dibiarkan Tentu Akan Menimbulkan Masalah-Masalah Yang Berkelanjutan.
      Peranan Modal Dalam Negeri Sangat Penting Bagi Pertumbuhan Ekonomi Negara. Melihat Perekonomian Indonesia Masih Rendah Akibat Krisis Yang Melanda Membuat Pemerintah Terdorong Untuk Mencari Sumber-Sumber Pembiayaan Pembangunan Baik Yang Berasal Dari Dalam Maupun Dari Luar Negeri. Kedudukan Penanaman Modal Dalam Negeri Yang Terpenting Adalah Pendapatan Nasional Karena Dapat Memanfaatkan Kekayaan Yang Dimiliki Oleh Pihak Negara. Fungsi Juga Sangat Penting Karena Merupakan Asset Negara Untuk Meningkatkan Pendapatan Dan Pertumbuhan Negara.
      Modal Investasi Mampu Mengurangi Kekurangan Tabungan Dan Melalui Pemasukan Peralatan Modal Dan Bahan Mentah, Dengan Demikian Menaikkan Laju Pemasukan Modal. Selain Itu Tabungan Dan Investasi Yang Rendah Mencerminkan Kurangnya Modal Di Negara Keterbelakangan Teknologi. Bersamaan Dengan Modal Uang Dan Modal Fisik, Modal Investasi Yang Membawa Serta Keterampilan Teknik, Tenaga Ahli, Pengalaman Organisasi, Informasi Pasar, Teknik-Tekink Produksi Maju, Pembaharuan Produk Dan Lain-Lain. Selain Itu Juga Melatih Tenaga Kerja Setempat Pada Keahlian Baru. Semua Ini Pada Akhirnya Akan Mempercepat Pembangunan Ekonomi Negara Terbelakang.
         Dalam Pembangunan Ekonomi Yang Maju, Modal Memegang Peranan Yang Penting. Akumulasi Modal Akan Menentukan Cepat Atau Lambatnya Pertumbuhan Ekonomi Yang Terjadi Pada Suatu Negara. Modal Tersebut Diperoleh Dari Tabungan Yang Dilakukan Masyarakat. Dengan Adanya Akumulasi Modal Yang Dihasilkan Dari Tabungan, Maka Pelaku Ekonomi Dapat Menginvestasikannya ke Sektor Riil, Dalam Upaya Untuk Meningkatkan Penerimaannya. Akumulasi Modal Dan Investasi Sangat Bergantung Dengan Perilaku Menabung Masyarakat, Sementara Dilain Sisi Kemampuan Menabung Masyarakat Ditentukan Oleh Kemampuan Menguasai Dan Mengeksplorasi  Sumberdaya Yang Ada.
        Orang Yang Mampu Menabung Pada Dasarnya Adalah Kelompok Masyarakat Ynag Menguasai Dan Mengusahakan Sumber-Sumber Ekonomi. Perkembangan Zaman Dan Modernisasi Perekonomian Memelukan Modal Yang Besar. Negara Berkembang Biasanya Memiliki Kesulitan, Yaitu Kekurangan Modal. Hal Ini Disebabkan Tingkat Tabungan Dan Tingkat Pembentukan Modal Yang Rendah
Cara Untuk Mengatasi Kekurangan Modal, Pemerintah Menarik Investor (Dalam Maupun Luar Negeri) Untuk Bekerjasama. Peningkatan Investasi Yang Terjadi Diharapkan Tabungan Pemerintah Meningkat, Dan Jika Tabungan Pemerintah Meningkat, Modal Yang Dikumpulkan Negara Pun Lebih Banyak.



Sumber :
             - Http://Wartawarga.Gunadarma.Ac.Id/2011/12/Definisi-Investasi/
             - Http://Beritainvestasi.Wordpress.Com/Arti-Investasi/




 

Blogger news

Blogroll

About