Pages

Sabtu, 26 Desember 2015

Teknik Presentasi yang Baik dan Benar



A. Pengertian Presentasi

Presentasi adalah penyajian atau penyampaian karya tulis atau karya ilmiah seseorang di depan forum undangan/peserta atau suatu kegiatan berbicara di depan masyarakat/khalayak ramai (audiens), dalam rangka mengajukan suatu ide atau gagasan untuk mendapatkan pemahaman atau kesepakatan bersama. Kehadiran peserta dalam presentasi bermanfaat untuk membuat presentasi secara lebih aktif dan lansar, serta efisien dalam jangka waktu yang ditentukan.
Orang yang menyampaikan presentasi disebut presentator atau presenter, sedangkan orang yang menghadiri presentasi disebut audience. Agar presentasi itu dapat berjalan secara selektif, ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan.
Hal yang dimaksudkan tersebut adalah sebagai berikut :
a. menarik minat dan perhatian peserta
b. mengarahkan perhatian peserta
c. mempertahankan minat dan perhatian peserta
d. menjaga kefokusan pada presentasi yang disajikan
e. menjaga etika atau kode etik presentasi 

B. Tujuan Presentasi
Adapun tujuan dari presentasi adalah :
  1. Menginformasi
    Presentasi berisi informasi yang akan disampaikan kepada orang lain. Presentasi semacam ini sebaiknya menyampaikan informasi secara detail dan jelas sehingga pendengar dapat menerima informasi dengan baik dan tidak salah persepsi terhadap informasi yang diberikan tersebut.
  2. Meyakinkan
    Presentasi berisi informasi, data, dan bukti-bukti yang disusun secara logis (masuk akal) dan sistematis sehingga menyakinkan pendengar atas suatu topik tertentu. Kontradiksi dan ketidakjelasan informasi dan penyusunan yang tidak logis dapat mengurangi keyakinan orang atas presentasi yang sampaikan.
  3. Membujuk
    Presentasi secara logis dapat membuat pendengar mau untuk melakukan suatu aksi atau tindakan. Presentasi dapat berisi bujukan (ajakan), atau rayuan yang disertai dengan bukti-bukti sehingga pendengar merasa tidak ragu dan yakin untuk melakukan suatu tindakan.
  4. Menginspirasi
    Presentasi bertujuan untuk membangkitkan inspirasi dan memberikan motivasi kepada pendengar atau audiens.
  5. Menghibur
    Presentasi bertujuan untuk memberi kesenangan kepada orang atau pendengar melalui informasi yang disampaikan dalam presentasi.

C.  Teknik Presentasi
Slide presentasi juga berperan dalam penyampaian isi materi, selain dikemas dengan lebih singkat dan menarik, slide dapat menjadi fasilitas untuk memaparkan hasil penelitian. Kekoherensian (kepaduan/hubungan) slide akan mendukung kelancaraan presentasi dan menarik perhatian audiens, karena jika tidak adanya dukungan dari audiens dapat mengganggu kelancaran dalam presentasi. Misalnya audiens berbicara sendiri, gaduh, jenuh, hingga tidur. Selain itu slide juga dipengaruhi oleh software yang digunakan.
Terdapat beberapa pilihan perangkat lunak (software) yang dapat digunakan dalam presentasi yaitu: microssoft power point, open office impress,  flash point, macromedia flash, macromedia captivate.

Teknik presentasi dipengarihi :
a. Pembuatan slide presentasi
Berikut ini adalah teknik presentasi yang perlu diperhatikan saat pembuatan slide presentasi, yaitu:
  1. Pilih tema desain yang relevan
    Sebuah slide yang baik akan mampu menjelaskan ide dan gagasan yang ingin disampaikan oleh seorang presenter. Dengan demikian, audiens akan terbantu ketika melihat slide yang ditampilkan dan presenter lebih mudah dalam menjelaskan apa makna yang dikandung oleh slide tersebut. Tipe desain harus mengikuti prinsip relevansi artinya memiliki kesesuaian dengan topik yang dibicarakan misalnya presentasi ternak sapi dengan slide bergambar sapi.
  2. Hindari sajian teks panjang
    Pemakaian teks yang terlalu panjang dapat membuat slide tidak dapat terbaca oleh audiens. Apabila belum jelas, audien dapat membaca print out karya ilmiah tersebut, jika belum paham, audiens dapat bertanya pada sesi tanya jawab. Beberapa ahli presentasi menyarankan maksimum lima baris teks dalam sebuah slide. Dengan demikian jika Anda harus menampilkan teks dalam bentuk daftar, pastikan tidak lebih dari lima baris.
  3. Alur yang teratur
    Slide yang baik memiliki alur yang teratur, dari pendahuluan, penjelasan/isi, hingga penutup. Slide yang isinya melompat-lompat dari satu topik ke topik yang lain tanpa alur yang jelas akan menyulitkan audiens untuk memahaminya.
  4.  Berikan multimedia yang relevan
    Untuk menambah daya tarik, slide dapat ditambahkan multimedia yang relevan, seperti gambar, animasi, audio, video. Kesesuaian multimedia dengan topik pembicaraan harus saling mendukung, bukan malah membingungkan audiens.
  5. Satu slide, berisi satu pesan
    Slide presentasi yang baik hanya terfokus pada satu pesan. Tiap slide sebaiknya mewakili sebuah ide yang ingin dijelaskan. Jangan mencampur beberapa ide berbeda ke dalam satu slide. Audiens akan bingung dan sulit mencernanya.
  6. Perhatikan karakter huruf  dan ukuran huruf
    Karakter huruf  dan ukuran huruf dalam slide harus proporsional dan sesuai dengan ilustrasi, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.                  
b. Penyampaian presentasi
Berikut ini adalah teknik presentasi yang perlu diperhatikan saat akan menyampaikan presentasi, yaitu:
  1. Persiapkan Diri
    a. Sering latihan
    Semakin banyak melakukan latihan, maka akan semakin mahir dalam presentasi. Suatu kebolehan atau skill bisa didapatkan jika sering berlatih.
    b. Penampilan
    Menjaga penampilan pada saat presentasi juga sangat penting. Penampilan seseorang dapat meningkatkan rasa percaya diri.
  2. Persiapkan Materi dan Bahan
    a. Tentukan point-point penting (bukan slide yang penuh tulisan)
    b. Kuasai materi (menjabarkan secara lisan point tersebut)
    c. Siapkan contoh pendukung
    d. Susun materi dengan terstruktur
  3. Cara Penyampaian
    a. Santai, sopan, dan tidak terburu-buru
    b. Intonasi dan bahasa tubuh
    c. Interaksi
    d. Bahasa yang mudah
    e. Selipkan selingan atau humor
  4.  
  5.  
c. Struktur Presentasi
  1. Pembuka
    Pembuka sangat penting karena di sinilah kesempatan untuk menarik perhatian audiens tentang apa yang akan disampaikan, membangun kredibilitas Anda sebagai presenter bahwa Anda adalah orang tepat dan patut didengarkan, dan menyampaikan garis-garis besar presentasi.
  2. Isi
    Isi dari presentasi yang sudah dipersiapkan akan memudahkan dalam menyusun pembuka dan penutupnya. Dari topik yang ingin disampaikan cobalah untuk menguraikannya dalam beberapa poin utama. Kemudian dari poin-poin itu kembangkan lagi menjadi sub-poin. Jangan lupa untuk memperhitungkan lama atau waktu yang ingin digunakan untuk presentasi, kira-kira berapa menit yang dibutuhkan untuk menyampaikan satu poin utama.
  3. Penutup
    Untuk menimbulkan kesan yang menarik, maka penutup harus menimbulkan kesan terakhir yang mendalam sehingga akan diingat oleh audiens.

D.  Syarat-Syarat Presentasi
Adapun syarat-syarat presentasi sebagai berikut :
  1. Menguasai materi dan bahasa dengan baik
  2. Mempunyai keberanian
  3. Memiliki ketenangan sikap
  4. Sanggup menampilkan gagasan secara lancar dan teratur
  5. Sanggup mengadakan reaksi yang cepat dan tepat terhadap situasi apapun yang mungkin timbul saat presentasi
  6. Memperlihatkan sikap yang tidak kaku atau canggung

E.  Ciri-Ciri Presentasi yang Baik dan Benar
  1. Penyampain dengan semangat dan siap mental
    Kadar semangat harus disesuaikan, tidak terlalu monoton ataupun terlalu semangat, karena mempengaruhi kesan terhadap audiens. Sikap mental juga harus di perkuat agar tidak merusak konsentrasi.
  2. Kejelasan berbicara di depan audiensAlat pembicara harus disesuaikan dengan kondisi ruangan agar suara tidak terdengar samar-samar, tidak jelas atau terlalu keras. Bantuan pengeras suara hendaknya di perhatikan terlebih dahulu sebelum presentasi di mulai.
  3. Disajikan secara sistematis
    Kesistematisan penyajian mempengaruhi konsentrasi sehingga membuat dampak pemahaman audiens.
  4. Memberi argumen yang dapat diterima
    Argumen hendaknya dapat diterima oleh audiens dan tidak bersifat ambigu. Argumen biasanya disampaikan pada sesi tanya jawab.
  5. Slide dapat terbaca dan menarik
    Slide yang terbaca ataupun slide menarik harus berjalan secara relevan. Selain itu, slide harus sesuai, bervariasi, ilustrasi tiap slide harus sesuai, profesional penggunaan multimedia, pemilihan ukuran dan jenis huruf, pemunculan peta konsep, penyesuaian komposisi warna.
  6. Kontak mata dengan audiens
    Agar penyampaian presentasi tidak berdampak buruk, maka kontak mata harus disesuaikan dengan seluruh audiens.
  7. Melakukan gerak berbicara
    Gerakan pada saat penyampaian harus sesuai, presentasi yang terlalu kaku dan juga terlalu hiperaktif akan mempengaruhi penampilan anda.
  8. Penggunaan pakaian yang serasi
    Saat akan melakukan presentasi menjaga tampilan kewibawaan harus diperhatikan agar tidak mempengaruhi presentasi pembicara atau audiens.
  9. Memiliki sesi tanya jawab
    Sesi tanya jawab dapat menjadi kritik ataupun saran dari audiens serta menjadi komunikasi aktif antara pembicara dengan audiens. Dengan itu presentasi anda akan lebih hidup.
  10. Disampaikan secara tepat waktu
    Pembicara harus memperhatikan kondisi audiens. Jika presentasi terlalu singkat biasanya menimbulkan kesan kurang baik, karena materi yang di presentasikan mungkin belum di mengerti oleh para audiens. Sebaliknya, presentasi yang molor malah membuat para audiens terganggu dan merasa bosan.

F.  Jenis Presentasi
  1. Presentasi Dadakan (Impromptu)
    Pembicaraan impromptu merupakan jenis presentasi yang dilakukan secara mendadak tanpa persiapan  apapun. Dalam hal ini pembicara ditunjuk langsung untuk menyampaikan informasi kepada para pendengar, tanpa melakukan persiapan segala sesuatunya, baik itu mengenai tema pembicaraan maupun alat bantu yang digunakan, sehingga perasaan pembicara akan mengejutkan. Ada beberapa kelebihan dan kelemahan apabila menggunakan jenis presentasi dadakan atau impromptu.
    a. Kelebihan :
       1. Informasi yang disampaikan sesuai dengan perasaan pembicara yang sesungguhnya.
       2. Kata atau suara yang keluar merupakan hasil spontanitas.
       3. Membuat pembicara terus berpikir selama menyampaikan informasi.

    b. Kelemahan :
      1. Informasi yang disampaikan tersendat-sendat, karena membutuhkan waktu untuk berpikir dan mengolah kata.
     2. Tidak berurutan/sistematis dalam penyampaiannya, karena secara mendadak untuk menyampaikan informasi.
      3. Terjadi demam panggung, karena belum ada persiapan apapun mengenai apa yang harus disampaikan.
  2. Presentasi Naskah (Manuscript)
    Presentasi naskah merupakan jenis presentasi dimana dalam menyampaikan informasinya, seorang pembicara melakukannya dengan membaca naskah.
    a. Kelebihan :
        1. Penyampaian dilakukan secara berurut/sistematis.
        2. Kata yang keluar diungkapkan secara baik dan benar.
        3. Tidak terjadi kesalahan dalam penyampaiannya.

    b. Kelemahan :
        1. Pendengar akan merasa bosan dalam mendengarkannya.
        2. Bagi pendengar tidak termotivasi untuk mendengarkannya.
        3. Tidak menarik dalam menyampaikan informasinya.
      4. Terlalu sibuk akan membaca naskah sehingga tidak melakukan kontak  mata dengan pendengar seolah-olah acuh tak acuh terhadap pendengar.
  3. Presentasi Hafalan (Memoriter)
    Jenis presentasi yang dilakukan dengan cara menghapal dari teks yang telah disediakan. Berbeda dengan jenis manuscript, memoriter tidak menggunakan naskah dalam penyampaiannya, pembicara hanya melakukan persiapannya dengan menghafal dari teks dimana isinya mengenai informasi yang akan disampaikan. Kelebihan dan kelemahannya hampir sama dengan manuscript. Jenis ini sangat buruk untuk dilakukan, karena apabila melupakan kata-kata dari naskah maka presentasi yang dilakukan akan terjadi kegagalan.
  4. Presentasi Ekstempore
    Jenis presentasi ekstempore merupakan jenis presentasi yang paling baik untuk dilakukan dibanding jenis lainnya. Pembicara mempersiapkan materi dengan garis besarnya saja, kemudian pada saat presentasi akan dijabarkan secara mendetail.
    a. Kelebihan :
       1. Pembicara dapat menyampaikan informasi secara jelas, karena ada persiapan sebelumnya.
       2. Dapat menyampaikan secara sistematis/berurutan.
      3. Kemungkinan besar pembicara dalam menyampaikannya menarik perhatian pendengar, karena tidak berpedoman kepada naskah ataupun hafalan, tetapi tidak melenceng dari garis besar materi.
       4. Lebih leluasa dalam penyampaiannya.
       5. Pembicara dapat melakukan kontak mata dengan pendengar, sehingga akan terlihat apakah pesan yang disampaikan menarik atau tidak.

    b. Kelemahan :
       1. Perlu memiliki wawasan yang cukup mengenai tema yang akan dibicarakan.
       2. Membutuhkan waktu yang lama.

Selain keempat jenis presentasi di atas. Adapula beberapa jenis-jenis presentasi sebagai berikut :
a. Oral        : Presentasi yang dilakukan dengan cara berbicara langsung kepada audience
b. Visual    : Presentasi yang menggunakan tampilan, contoh Ms.Power Point
c. Teksual  : Presentasi yang menggunakan teks atau selebaran.



Memahami Fungsi Pembukaan Dalam Sebuah Presentasi

Sebelum kita membahas bagaimana cara membuka presentasi dengan baik, kita perlu mengetahui apa sebenarnya fungsi pembukaan dalam presentasi.

1. Agar audiens memahami tujuan presentasi Anda.

Audiens datang mendengarkan presentasi untuk suatu tujuan. Oleh karena itu, pembukaan berfungsi untuk menjelaskan dengan cepat apa tujuan presentasi Anda. Jika audiens sudah tahu tujuan presentasi Anda, mereka akan lebih tertarik untuk mengikutinya sampai selesai.

2. Mendapat Gambaran Umum atas Apa yang Disampaikan

Pembukaan presentasi mirip dengan opening sebuah film. Ketika Anda menonton film, 5 menit pertama sangat krusial karena akan menentukan apakah Anda akan menonton film tersebut sampai selesai atau segera meninggalkannya. Seperti sebuah film, pembukaan presentasi berfungsi untuk memberikan gambaran umum kepada audiens apa yang akan mereka dengarkan dalam beberapa waktu ke depan.

3. Menciptakan Motivasi dan Rasa Ingin Tahu Audiens

Audiens menghadiri sebuah presentasi dengan motivasi awal yang berbeda-beda. Ada yang memang ingin mendapatkan informasi baru dari Anda. Namun ada pula yang sekedar datang karena diminta oleh atasannya. Oleh karena itu, inilah kesempatan Anda untuk menciptakan motivasi yang sama bagi audiens agar mereka merasa perlu mendengarkan presentasi Anda sampai selesai. Pembukaan yang baik juga akan menciptakan rasa ingin tahu audiens sehingga mereka akan terus mendengarkan Anda.

5 Cara Membuka Presentasi yang Baik dan Menarik


Setelah Anda mengetahui betapa penting fungsi pembukaan presentasi, sekarang saatnya kita belajar bagaimana membuka presentasi dengan baik dan menarik. Saya akan mengajak Anda untuk menguasai lima cara membuka presentasi dengan menarik.

1. Membuka Presentasi Dengan Menyampaikan Maksud dan Tujuan

Cara paling mudah dan dapat Anda terapkan untuk berbagai situasi adalah membuka presentasi dengan menyampaikan maksud dan tujuan. Dengan cara ini, audiens akan mengerti apa yang akan mereka dapatkan dari presentasi Anda. Anda juga bisa menetapkan harapan (ekspektasi) audiens tentang berapa lama presentasi akan berlangsung dan apa saja yang akan dibahas.
Misalkan Anda ingin menawarkan jasa sebuah software sistem administrasi kepegawaian di hadapan beberapa manajer yang menjadi calon pembeli produk Anda. Anda bisa membuka presentasi dengan menyampaikan maksud dan tujuan seperti ini:
“Bapak dan Ibu yang saya hormati, selamat pagi. Saya sangat senang hari ini mendapatkan kesempatan untuk hadir di hadapan Bapak/Ibu sekalian.

Dalam waktu tiga puluh menit ke depan, saya akan menjelaskan kepada Bapak dan Ibu sebuah sistem administrasi kepegawaian yang akan membantu Bapak/Ibu mengelola data karyawan secara cepat, mudah dan informatif.

Di akhir presentasi nanti, Bapak dan Ibu akan bisa memahami keunggulan dan manfaat yang akan didapatkan dari sistem ini, serta apa yang membedakannya dengan produk sejenis di pasaran. Dengan demikian, Bapak Ibu dapat memutuskan investasi terbaik bagi perusahaan yang Bapak Ibu pimpin.”
Sampaikan apa yang akan Anda bahas, berapa lama waktu yang dibutuhkan, dan apa manfaat yang bisa diambil audiens setelah presentasi selesai.

2. Membuka Presentasi Dengan Sebuah Pertanyaan

Apa yang akan Anda lakukan ketika seseorang mengajukan sebuah pertanyaan?
Secara otomatis Anda akan berusaha menjawabnya. Demikian pula ketika Anda mengajukan pertanyaan ketika membuka sebuah presentasi. Audiens akan berusaha berpikir dan mencari jawabannya meskipun mereka tidak menjawab langsung pertanyaan Anda.
Menggunakan pertanyaan akan mengajak audiens fokus pada tema yang sedang dibahas dan membuat mereka memusatkan perhatian untuk menemukan jawabannya.
Ketika tampil di TEDx Jakarta 2011, saya menggunakan teknik ini untuk membuka presentasi. Seperti ini pembukaannya:
http://www.presentasi.net/wp-content/uploads/MembukaPresentasiPertanyaan.jpg
“Saya ingin mengajukan pertanyaan kepada Anda. Berapa banyak buku yang Anda baca dalam setahun terakhir?”

3. Membuka Presentasi Dengan Cerita

Banyak presenter kelas dunia membuka presentasi dengan cerita atau kisah.
Mengapa cerita?
Cerita mudah diingat. Kita semua senang mendengarkan cerita. Masih ingat cerita masa kecil yang dikisahkan oleh kakek, nenek, ayah atau ibu Anda dulu? Saya yakin Anda masih mengingatnya sampai sekarang.
Membuka presentasi dengan sebuah cerita atau kisah akan mengajak audiens membayangkan kisah tersebut. Secara mental mereka mulai terhubung dengan Anda sebagai presenter dan siap untuk mendengarkan presentasi Anda dengan lengkap.
Misalkan Anda ingin menyampaikan presentasi tentang bahaya menyetir sambil menggunakan ponsel.
http://www.presentasi.net/wp-content/uploads/MembukaPresentasiCeritaKecelakaanAkibatKendaraanBermotor.jpg
“Saya memiliki seorang tetangga yang sangat baik dan ramah. Dia disukai oleh semua warga di kompleks kami. Dia juga dikenal sebagai orang yang suka membantu orang lain. Tidak hanya itu, dia juga selalu taat pada aturan.

Suatu hari, tetangga saya ini terburu-buru berangkat ke kantor di pagi hari. Ada rapat penting yang harus dia hadiri sementara dia terlambat bangun karena semalaman kurang tidur mempersiapkan rapat penting tersebut. Di tengah-tengah ketergesaan tersebut, tetangga yang baik ini menghidupkan mesin mobil sambil mengirim pesan SMS ke atasannya bahwa dia mungkin datang sedikit terlambat.

Karena terburu-buru dan tidak konsentrasi, dia menginjak pedal gas tanpa menyadari seorang anak kecil bersepeda tepat di depan mobilnya. Ketika dia menyadari hal tersebut, semuanya sudah terlambat. Dia menabrak anak kecil tersebut. Nyawa sang anak tak tertolong. Dan anak tersebut adalah anak kandungnya sendiri.

Betapa perih hati tetangga saya tersebut. Dia begitu menyesal karena kecerobohannya telah membawa petaka buat buah hatinya sendiri.

Hari ini, saya ingin mengetuk hati Anda semua bagaimana kita berkendara dengan baik dan penuh konsentrasi agar tidak mengulang kejadian tragis yang dialami tetangga saya tersebut.”
Sebuah cerita yang relevan mampu menggugah emosi audiens. Mengajak mereka merenung dan menghayati cerita sebelum mendengarkan presentasi Anda.
Coba pikirkan sebuah cerita yang relevan dengan presentasi Anda. Tidak harus cerita yang benar-benar terjadi. Anda juga bisa menggunakan cerita rekaan sebagai ilustrasi. Selama cerita tersebut disampaikan dengan penuh penghayatan, secara emosional audiens akan ikut dalam cerita Anda.
Memang butuh persiapan lebih dan keterampilan menyampaikan cerita dengan baik agar pembukaan Anda berkesan. Namun jika Anda bisa melakukannya, Anda tidak hanya menggugah aspek logika audiens, melainkan pula aspek emosional mereka.

4. Membuka Presentasi Dengan Data atau Fakta

Jika presentasi Anda memiliki data dan fakta yang menarik, Anda bisa menggunakan informasi tersebut untuk membuka presentasi. Data bisa mengajak orang untuk berpikir. Tidak hanya itu, data dan fakta mampu menciptakan efek dramatis tanpa harus didramatisir.
Misalkan Anda menyampaikan sebuah presentasi bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang aman, maka Anda bisa membuka presentasi menggunakan data sebagai berikut:
http://www.presentasi.net/wp-content/uploads/MembukaPresentasiDatadanFaktaKecelakaanKerja.jpg
“Data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyebutkan, sampai tahun 2013 di Indonesia tidak kurang dari 6 pekerja meninggal dunia setiap hari akibat kecelakaan kerja.

Kecelakaan kerja dapat terjadi akibat kondisi yang tidak aman dan perilaku yang tidak aman. Data penelitian menunjukkan bahwa 85 persen kecelakaan terjadi karena perilaku yang tidak aman.

Oleh karena itu, hari ini saya akan menjelaskan kepada Anda bagaimana kita menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Dengan demikian, kita dapat mencegah kecelakaan-kecelakaan kerja yang sering terjadi akibat perilaku tidak aman yang masih kita lakukan tanpa kita sadari.”
Menggunakan data yang relevan akan membuat audiens tersentak. Apalagi jika data tersebut belum pernah mereka dengar sebelumnya dan mengungkap fakta yang dramatis.

5. Membuka Presentasi Dengan Kutipan atau Pernyataan

Anda juga bisa membuka presentasi dengan mengutip perkataan tokoh terkenal.
Pembukaan seperti ini akan menarik jika kutipan yang dipilih relevan dengan topik presentasi Anda. Namun, jangan memaksakan menggunakan kutipan jika tidak relevan dengan materi presentasi Anda.
Dalam contoh berikut ini, Anda akan menyampaikan sebuah presentasi tentang pentingnya menciptakan budaya belajar dalam sebuah organisasi. Untuk membuka presentasi, Anda ingin mengutip sebuah perkataan dari Alvin Toffler. Maka Anda bisa menyampaikan pembukaan sebagai berikut :
“Alvin Toffler mengatakan, buta huruf di abad 21 bukanlah mereka yang tidak bisa membaca atau menulis, melainkan mereka yang tidak belajar (learn) hal-hal baru yang penting untuk dikuasai, membuang apa-apa yang sudah tidak relevan dengan perubahan zaman (unlearn), dan belajar kembali hal-hal yang pernah dikuasai sebelumnya namun sekarang telah berubah (relearn).

Apa yang disampaikan Alvin Toffler di atas sangat relevan dengan topik kita hari ini untuk membangun budaya belajar dalam sebuah organisasi. Dengan demikian, kita akan mampu menciptakan sebuah organisasi pembelajar di mana anggotanya secara aktif terus belajar dan menyesuaikan diri dengan tantangan zaman.”
Selain mengutip perkataan tokoh lain, Anda juga dapat menggunakan pernyataan pribadi untuk membuka sebuah presentasi. Jika Anda memiliki pandangan yang kuat terhadap suatu hal, mengapa tidak menggunakannya untuk pembukaan?

Pembukaan Yang Kuat, Audiens Akan Ingat

Sekarang Anda telah memahami betapa penting pembukaan yang baik dan menarik dalam sebuah presentasi. Persiapkanlah pembukaan Anda. Latih terus menerus sehingga Anda lancar menyampaikannya.
Dengan demikian, sejak menit pertama tampil, Anda akan tampil memukau dan meyakinkan. Audiens pun tertarik untuk mengikuti presentasi Anda sampai selesai karena sejak awal mereka sudah terpesona dengan pembukaan presentasi Anda.
Buat Anda yang ingin meningkatkan keterampilan membawakan presentasi secara memukau, ikuti training presentasi terbaik yang telah diikuti ratusan profesional dari berbagai perusahaan dan profesi yang kami selenggarakan secara reguler untuk publik. Jika perusahaan Anda membutuhkan training presentasi yang berkelas, kami juga siap memberikan training presentasi in house buat perusahaan yang dirancang khusus dengan kasus-kasus yang ada di perusahaan atau organisasi Anda.

10 TIPS PRESENTASI YANG BAIK DAN EFEKTIF

Untuk memaparkan dan menjelaskan sebuah konsep kepada hadirin diperlukan presentasi. Presentasi biasanya ditampilkan dalam bentuk Microsoft Power Point. Seorang pembicara dengan Presentasi yang baik memang bukan hanya sekedar kemampuan pembicara untuk menguasai materi yang akan disampaikannya, beberapa faktor teknis juga turut mempengaruhi kualitas penampilan saat presentasi. Berikut ini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi sebuah presentasi :
1. Kecakapan menguasai audience

Tak cukup hanya dengan kemampuan berbicara dan gaya bahasa tubuh yang menarik untuk menguasai audience, namun juga perlu dilakukan upaya pengontrolan apakah audience masih bersama kita atau sudah larut dengan urusan masing-masing. Banyak hal menarik yang dapat dilakukan untuk menguasai audience, diantaranya adalah melakukan simulasi, memberikan pertanyaan atau diskusi, memberika tayangan video dan sebagainya. Hal yang menarik sangat dibutuhkan agar audience tidak merasa bosan saat melihat kita presentasi.

2. Jangan berbicara pada slide
Banyak pembicara yang lebih melihat pada slide yang isinya sudah mereka ketahui daripada melihat audience. Sebaiknya pembicara lebih fokuskan mata dan perhatiannya kepada audience, perbanyak kontak mata akan membuat presentasi menjadi lebih menarik.

3. Kemampuan berbicara dan bahasa tubuh
Beberapa pembicara memberikan kunci dan beberapa trik menyajikan presentasi melalui skill berbicara yang memikat dan sakian bahasa tubuh yang menarik perhatian audience. Cara berbicara merupakan hal utama yang menjadi sorotan audience saat pembicara sedang melakukan presentasi dan juga gaya bahasa tubuh yang menyesuaikan dengan bahasa lisan. Sebagai contoh adalah Mario Teguh dimana beliau memiliki gaya khas yang cukup memikat perhatian audience. Oleh karena itu, pembicara harus memiliki karakter khas dalam bahasa lisan dan bahasa tubuh.

4. Tunjukkan antusiasme
Agar pendengar tidak tmengantuk sepanjang sesi presentasi, pembicara harus menunjukkan semangat selama menyampaikan materi presentasi yang disampaikan. Seperti Steve Jobs sering menggunakan kata amazing, cool, dan extraordinary ketika memperkenalkan berbagai fitur yang dimiliki perangkat andalannya saat itu.

5. Jelaskan poin-poin penting yang ingin disampaikan
Sebelum memulai presentasi, baiknya menjelaskan kepada audience ada berapa poin penting yang ingin disampaikan dalam presentasinya. Memberikan panduan yang jelas di awal presentasi dan mengikuti alur sesuai garis besar yang kita sampaikan, membantu pendengar lebih mudah menyimak materi yang disampaikan.

6. Buat angka menjadi berarti
Jika punya data berupa angka yang dapat menunjang presentasi, manfaatkanlah sampai optimal. Memberikan data melalui angka, terutama apabila angka yang disampaikan cukup signifikan, biasanya akan menarik perhatian pendengar dan penasaran untuk terus menyimak.

7. Latihan atau simulasi
Agar materi yang disampaikan dapat dipresentasikan dengan lancar, tentunya latihan sangat diperlukan. Sebagai contoh kesuksesan presentasi yang dilakukan Steve Jobs kabarnya lahir dari belasan jam yang ia relakan untuk melatih terus menerus penyampaian presentasinya. Jangan lupakan juga detail penting, seperti slide yang menarik atau tulisan yang jelas terbaca sebagai bagian dari persiapan.

8. Kuasai materi
Menguasai materi artinya pembicara dapat memilih materi yang harus ditekankan dan materi yang dapat dihilangkan agar membuat presentasi menjadi lebih efektif. Penguasaan materi ini membuat pembicara akan menjadi lebih nyaman pada saat presentasi dan membuat presentasi berjalan dengan baik.

9. Jiwai materi yang akan dibawakan
Membawakan presentasi tidaklah sama seperti membacakan puisi, pembicara tidak perlu menghafal materi yang akan dibawakan, setiap presentasi membutuhkan 2 hal, yakni harus hidup dan memiliki energi. Hal ini akan diperoleh jika pembicara menjiwai materi yang anda bawakan.

10. Background yang sederhana
Background yang digunakan pada setiap slide harus diperhatikan. Jangan sampai ada kalimat yang tidak bisa terbaca dengan jelas karena penggunaan banckground yang terlalu kontras.


Membuat Penutupan Presentasi Yang Berkesan Bahkan Setelah Audiens Pulang

Tinggalkan Kesan Yang Mendalam Dengan Penutupan Yang Berkesan
Apa yang biasanya lebih mudah di ingat oleh audiens? tentu saja bagian terakhir presentasi Anda, apa yang membuat audiens membeli produk anda? tentu saja bagian terakhir presentasi Anda. Jadi tinggalkan kesan yang mendalam dengan penutupan yang berkesan.
Dengan penutupan yang berkesan Anda mampu mengambil hati bahkan mengatur emosi audiens dan ingat banyak orang seringkali mengambil keputusan kerena emosi termasuk keputusan membeli sebuah produk.
Saya jadi ingat ketika kemarin nonton film Avengers: Age of Ultron, sempat emosi dan dalam hati ngomong “haduh kok sad ending sih” karena saya kira Iron Man dan Thor mati saat meledakan kota, tapi emosi saya kembali senang karena teryata mereka masih hidup.
Hal ini juga berlaku didalam presentasi, begitu kuatnya efek sebuah penutupan sehingga Anda dapat mempengaruhi audiens. Banyak orang melewatkan bagian penting ini, mereka hanya mempersiapkan pembukaan yang powerful tapi lupa membuat penutupan presentasi yang berkesan. Sekarang saatnya Anda memperbaiki hal ini.
Setidaknya ada 3 manfaat ketika Anda melakukan penutupan presentasi
  1. Meninggalkan kesan mendalam pada audiens
    saya sadar bahwa tujuan kita presentasi salah satunya adalah memberikan perubahan yang lebih baik bagi audiens, dengan penutupan yang berkesan maka mereka akan ingat betul apa yang kita presentasikan sehingga diharapkan mampu memberi perubahan
  2. Tercapainya goal presentasi
    saya yakin kita selalu punya goal dari setiap presentasi. Mungkin goal Anda adalah penjualan produk, edukasi pasar atau sekedar menyampaikan ilmu. Dengan penutupan yang tepat maka goal anda akan tercapai dan tercapainya goal adalah salah satu indicator dari keberhasilah sebuah presentasi
  3. Tingkat efektifitas presentasi
    Di dalam penutupan presentasi kita juga bisa melihat apakah materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik atau sebaliknya audiens tidak faham tentang apa yang kita sampaikan. Detailnya bisa kita lihat di bagian review / golden point yang setelah ini akan saya bahas.
Lalu bagaimana cara melakukan penutupan presentasi?
inilah 3 langkah yang saya sering praktikkan untuk melakukan penutupan presentasi. Bisa jadi untuk beberapa kondisi caranya juga akan berbeda karena saya hanya mengajarkan apa yang sudah saya praktikan dan terbukti efektif.
  1. Review / Golden point
  2. Concluding Grabber
  3. Call to action
1. Review / Golden point
Review berarti Anda meringkas materi yang telah Anda bawakan, ambil point-pointnya lalu sampaikan kembali kepada audiens sehingga mereka akan ingat apa saya yang telah dipelajari hari ini.
Tapi saya sudah jarang menggunakan review, saya lebih sering golden point, yang saya maksud golden point adalah saya meminta audiens untuk mencatat minimal 3 hal yang mereka dapatkan dari presentasi, setiap orang bisa jadi mendapatkan hal yang berbeda. Jika sudah saya meminta beberapa orang untuk sharing tentang golden point yang mereka dapatkan.
Ada dua alas an kenapa saya lebih menyukai golden point, yang pertama kita tes dan ukur seberapa jauh audiens mampu menangkap presentasi karena apa yang meraka catat benar-benar dari diri mereka sendiri bukan hasil review.
Alasan kedua karena apa yang dicatat sendiri oleh audiens akan jauh lebih membekas dari pada review yang kita sampaikan karena golden point itu benar-benar keluar dari dalam diri audiens.
Tapi saya juga pernah mengkombinasikan keduanya ini saya lakukan karena waktunya masih memungkinkan, saya minta mereka menuliskan golden point setelah itu saya review materi yang telah saya presentasikan.
Saya berikan contoh menggunakan golden point:
Bapak itu sekarang silahkan Anda siapkan kertas kosong, jika sudah tuliskan minimal 3 hal yang menurut Anda itu hal penting yang Anda dapatkan dari presentasi saya, beda orang tentu beda hasilnya. Tidak usah takut salah dan tidak perlu nyontek teman sebelahnya ya. Saya beri waktu selama 3 menit dan bisa dimulai dari sekarang.
3 menit kemudian. . .
Oke, sekarang siapa yang mau sharing (minta audiens untuk sharing, bisa 2 atau 3 tiga orang)
2. Concluding Grabber
Concluding grabber adalah kalimat penutupan presentasi yang anda sampaikan kepada audiens, dari Public Speaking Academy® saya belajar ada 6 cara untuk membuat penutupan presentasi yang powerful, bisa dengan story, quote, pantun, lagu, ajakan dan kutipan.
Yang terpenting ketika Anda membuat concluding grabber adalah pastikan ada hubunganya dengan materi presentasi yang Anda sampaikan jadi bukan asal membuat story, quote atau yang lainya tapa anda hubunganya.
- Quote
Jika Anda menggunakan quote akan lebih baik jika jelaskan dulu quote siapa yang Anda gunakan, karena belum tentu semua orang menggenalnya selain itu juga untuk memberikan efek trust terhadap quote yang digunakan.
Itu tadi contoh kalimat penutupan presentasi dengan quote, bunyinya seperti ini:
Winston Churcill seorang tokoh politik dan pengarang dari Inggris yang paling dikenal sebagai Perdana Menteri Britania Raya sewaktu Perang Dunia Kedua, pernah berkata:
Apa yang Anda tahu tidaklah  penting tetapi apa yang Anda lakukan dengan apa yang Anda tahu itu jauh lebih penting.
- Story
Berikut ini contoh kalimat penutup presentasi menggunakan story, sengaja saya pilihkan yang isisnya general sehingga bisa Anda gunakan untuk presentasi Anda:
Bapak ibu di sebuah desa terpencil hiduplah seorang anak laki-laki, anak ini sangatlah jail dan suka mengerjain orang bahkan semua warga desa pernah dikerjainnya. Sampai akhirnya anak ini binggung karena tidak tahu lagi harus mengerjain siapa.
Suatu hari anak ini mendengar ada seorang kakek yang sangat bijaksana hidup di atas bukit di dekat desa maka bergegaslah anak tersebut untuk menemui sang kakek dengan tujuan untuk mengerjain kakek tersebut.
Setibanya disana sang anak tersebut memanggil sang kakek.
Sang Anak: Kakek, kakek, keluarlah..
Sang Kakek: ada apa anakku?
Sang Anak: kek, ku dengar dari warna desa engkau ini sangatlah bijaksana, aku sekarang sedang membawa seekor burung yang kupegang dibalik punggungku. Coba tebak burung ini masih hidup atau sudah mati?.
Sang Kakek: anakku, akupun telah banyak mendengar tentang dirimu, aku tau engkau adalah anak yang sangat jail dan suka mengerjain orang-orang di kampung sana. Jika aku menjawab burungnya mati maka engkau akan merenggangkan tanganmu dan melepaskan burung tersebut sebagai tanda burung tersebut masih hidup tapi jika akau bilang burung itu hidup maka engkau akan menggenggam burung itu sekuat-kuatnya sampai tidak bisa bernafas dan mati. Jadi apapun jawabanku semua hasilnya ada ditanganmu.
Mendengar cerita tadi sang anak pun hanya bisa terdiam tanpa mampu membalas.
Bapak ibu cerita hanyalah sebuah cerita jika kita tidak pernah mengambil arti dari cerita tersebut, hari ini Anda telah belajar banyak dari A sampai Z, tapi apakah itu berguna? Sekarang keputusan ada ditangan Anda, kalau Anda ingin sukses maka Anda harus praktik tapi jika Anda hanya ingin sekedar tahu maka lupakan semua yang telah saya sampaikan atau biarkan apa yang telah anda pelajari hari ini dengan begitu saja.
3. Call to Action
Call to action merupakan hal penting yang tidak boleh anda lewatkan, call to action akan sangat tergantung dari tujuan presentasi yang Anda sampaikan.
Jika presentasi anda jenis penjualan maka call to actionnya bertujuan untuk closing produk, misalnya:
  • Untuk yang tertarik bisa ikut saya kebelakang, Anda bisa cash bisa gunakan kartu kredit
  • Jika Anda kurang jelas dengan produk yang saya jelaskan, Info lengkap silahkan lihat di www.pakarpresentasi.com, ada diskon 15% jika membeli secara online.
  • Saya berikan gratis pemakaian selama 3 bulan jika anda merasa tidak puas silahkan kembalikan produk kami dan anda tidak perlu bayar yang tertarik silahkan daftar disini.
Jika presentasi anda jenis edukasi anda bisa gunakan call to action seperti berikut:
  • Silahkan pratikan apa yang sudah saya sampaikan, sebagai tes silahkan kerjakan hal berikut ini
  • Setelah ini anda bentuk kelompok dan diskusikan bab 6, minggu depan kita bahas bersama
  • Praktikan apa yang sudah anda pelajari hari ini, bagi anda yang sudah praktik silahkan kirim ke email saya progresnya
Jika presentasi anda untuk internal perusahaan/untuk karyawan Anda call to action bisa seperti berikut:
  • Seperti yang saya ajarkan tadi setelah ini Anda membuat laporan dan serahkan kepada saya minimal hari senin
  • Silahkan buat target dan laporkan progresnya setiap hari
  • Berdasarkan apa yang saya sampaikan tadi mulai sekarang setiap karyawan wajib untuk. . .
Silahkan sesuaikan dengan tujuan/goal dari presentasi Anda. Yang terpenting call to ation bermuara pada tindakan nyata yang harus dikerjakan oleh audiens, jadi mereka tahu apa yang harus dilakukan bukan hanya sekedar just info.
Untuk mempermudah Anda buat urutan kalimat penutupan presentasi seperti ini: Review/Golden Point → Concluding Grabber → Call to Action
Biasanya yang jadi permasalahan tambahan saat penutupan adalah materi presentasi yang sudah habis tapi waktunya masih banyak. Jika ini terjadi Anda bisa membuat sesi tanya jawab.
Anda tidak perlu takut apabila tidak bisa menjawab pertanyaan dari peserta, Anda hanya perlu belajar cara menjawab pertanyaan, karena sesulit apapun pasti Anda bisa menjawab asal tahu triknya.
Tapi saya juga sadar di era presentasi modern seperti sekarang ini kekuatan kata (verbal) saja belum cukup, akan lebih baik jika presentasi Anda didukung dengan tampilan visual yang mampu berbicara.

Sumber :
- http://www.presentasi.net/cara-membuka-presentasi-dengan-baik-menarik-perhatian-audiens/
- http://oktasiusblogger.blogspot.co.id/2015/05/teknik-presentasi-yang-baik-dan-benar.html
- http://trainingpresentasi.net/penutup-presentasi/

 

Blogger news

Blogroll

About